Abira Massi Veritas odit moras.

Emangnya bisa manusia belah matahari? Gak logis, tuh!

1 min read

Logis

Tulisan ini ngga bakal terstruktur, karena pure dari ingatan gue. Memang tujuannya buat pribadi, selagi masih “fresh” dari insight yang gue dapet, ya why not untuk menulis langsung di catatan ini.

Iman dan logika, dua kata ini mungkin sering kita temui di percakapan formal maupun informal untuk beberapa orang, khususnya mahasiswa baru yang lagi gencar-gencarnya ngelakuin investigasi saintifik terhadap sesuatu.

Menurut KBBI, logika itu tentang bagaimana cara mencapai kesimpulan secara lurus setelah didahului seperangkat premis. Sementara premis adalah kalimat kesimpulan dalam logika.

“Landasan beragama adalah keimanan,” Yap, kalimat itu mungkin sering terdengar saat sedang menjumpai forum diskusi, ceramah, maupun kelas agama, khususnya untuk mahasiswa baru yang dapet mata kuliah MPK Agama di kampusnya. 

Iman, berarti percaya. Kita harus mempercayai apa pun itu walau hal tersebut kita anggap tidak masuk akal dalam dunia nyata. Bahkan dalam suatu diskusi ringan antar-mahasiswa mungkin sampai ada yang nyeletuk “Gak logis, tuh!”

Tapi apa benar sesuatu itu ngga logis?

Banyak yang menyalahartikan diksi logis dalam suatu percakapan. Selagi di pembahasan apa pun memiliki premis dan kesimpulan, hal tersebut bisa saja logis secara aturan logika.

Premis tersebut bisa dan sah-sah saja menggunakan berbagai variabel, misalnya mengenai agama, hal supernatural, maupun hal-hal absurd yang ada.

Jika kalian pernah mengikuti test tertulis untuk masuk ke perguruan tinggi, biasanya ada test penalaran di mana calon mahasiswa akan di-test untuk bernalar dan memakai logikanya.

Logika matematika merupakan cabang dari logika yang menjadi dasar landasan berpikir untuk mengambil suatu kesimpulan. Logika matematika terdiri dari negasi, konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.

Implikasi, logika matematika yang merupakan bentuk hubungan antara dua premis di mana premis kedua merupakan konsekuensi logis dari premis pertama.

p → q: Jika payung itu terbuka maka gajah membesar tiga kali lipat.
q → r: Jika gajah membesar tiga kali lipat maka hujan turun sangat deras.

Kesimpulan: Jika payung itu terbuka maka hujan turun sangat deras.

Logis? Ya! Menurut aturan logika. Karena logika tidak memperdulikan hal tersebut masuk akal atau tidak.

Kalo ada yang bertanya “Gajah terbang logis ga?” Jawabannya adalah tidak ada, karena yang salah adalah pertanyaannya. Logis atau tidaknya suatu pertanyaan harus diikuti oleh premis dan kesimpulan.

Menginvestigasi lebih dalam terkait masuk akal atau tidaknya suatu premis, bukan termasuk ke dalam logika, namun sudah masuk ke ranah empiris.

Should we do scientific investigations to…..

Dalam kehidupan beragama, basis keimanan adalah kepercayaan. Jika sudah melakukan menggali lebih dalam atau investigasi secara saintifik, berarti keimanan seseorang tersebut bisa diper-

Artikel ini sebenarnya ditulis untuk memberi edukasi terhadap pemakaian diksi logis dalam suatu statement yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Tidak ada unsur SARA atau apa pun yang gue utarakan di artikel ini.

Abira Massi Veritas odit moras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *