Abira Massi Veritas odit moras.

Digitalisasi Ekonomi Sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Maju 2045

3 min read

Digitalisasi Ekonomi

Era digital bukan lagi perkara cita-cita utopis masyarakat, namun sudah menjadi realitas masa kini bagi seluruh populasi di dunia. Transformasi digital yang terus meningkat tajam dari tahun ke tahun dilakukan guna mengimbangi kebutuhan manusia akan teknologi yang semakin besar (Binus, 2020). Perubahan teknologi ini sangat berpengaruh besar dalam berbagai aspek, salah satunya aspek ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di Indonesia, ekonomi digital tumbuh 49 persen dari $47 miliar pada tahun 2020 menjadi $70 miliar pada tahun 2021. Angka ini juga diprediksi akan terus meningkat dan kemungkinan akan mencapai $146 miliar pada tahun 2025. Nilainya akan menjadi yang tertinggi dari negara ASEAN lainnya (Ulya, 2022).

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia didorong oleh adanya perubahan pola konsumsi masyarakat disusul karena merebaknya pandemi Covid-19. Peningkatan ini terjadi karena layanan digital memudahkan masyarakat, baik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun costumer dapat melakukan proses jual beli melalui e-commerce, penggunaan digital payment sampai media sosial sebagai alat promosi.

Sektor-Sektor Potensial Ekonomi Digital

Sektor e-commerce saat ini masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia (Anjani, 2021). Sektor ini tumbuh dengan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar $53 Juta, peningkatan ini juga didorong dengan hadirnya kampanye double digit seperti 1.1, 2.2, atau 5.5 yang dilakukan oleh platform e-commerce. Platform marketplace ini berisi jutaan UMKM yang hadir sebagai pilar penting ekonomi nasional (LIPI, 2020). Selain sektor e-commerce, sektor AgriTech, EduTech, dan HealthTech juga menjadi penopang dalam pertumbuhan ekonomi digital.

AgriTech membantu digitalisasi mulai dari produksi, rantai pasok, akses pasar, dan transaksi. Saat ini, ada 4,5 juta petani yang memanfaatkan internet dalam kegiatan pertanian. EduTech turut membantu digitalisasi di bidang pendidikan. Menurut riset Innovation Factory and Ravenry, sektor EduTech tumbuh 25 persen per tahunnya. Hingga 2022, terdapat lebih dari 200 startup EduTech yang memberikan layanan pendidikan seperti bimbingan belajar dan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, HealthTech memiliki pengguna aktif sebanyak 20 juta di tahun 2021 dan meningkat 2 juta dari tahun 2020. Nilai transaksi pengguna juga meningkat 16x lipat dalam kurun empat tahun terakhir. Hal ini ditopang dengan terakselerasinya pandemi Covid-19 yang membuat pertumbuhan digitalisasi semakin meningkat.

Digitalisasi dan Indonesia Maju 2045

Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD) memperkirakan pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Salah satu prediksi tersebut dilatarbelakangi dengan jumlah penduduk produktif akan mencapai 64% dari total 297 juta jiwa. Indonesia akan memiliki potensi salah satu pasar terbesar di dunia, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai teknologi, inovatif, dan produktif; serta kemampuan mentransformasikan ekonominya (Kemenkeu, 2021).

Untuk mewujudkan impian Indonesia Maju 2045, Pemerintah Indonesia menyusun visi dengan empat pilar, yaitu: (1) Pembangunan sumber daya manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) Pembangunan ekonomi secara berkelanjutan, (3) Pemerataan pembangunan, dan (4) Pemantapan tata kelola kepemerintahan dan ketahanan nasional (Bappenas, 2019).

Kelas menengah menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembangunan negara ini di masa depan. Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja untuk kelas menengah menjadi isu penting. Pasalnya, penduduk usia produktif dan kelas menengah akan menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

Di sisi lain, kualitas dari SDM itu sendiri sangat menentukan pergerakan kemajuan suatu bangsa. Pembangunan SDM di Indonesia seyogyanya memfokuskan kepada pendidikan yang berorientasi kepada penguasaan teknologi dan keahlian (Kemenkeu, 2021).

Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan membutuhkan sebanyak 14 juta talenta digital (atau 600 ribu talenta setiap tahunnya) untuk mendukung agenda transformasi digital. Talenta digital ini akan didominasi oleh penduduk yang sedang dalam usia produktif dan kelas menengah (Ekon, 2021).

Untuk mendukung hal tersebut, bantuan dari institusi pendidikan diperlukan dalam meningkatkan SDM talenta digital. Salah satu cara menciptakan talenta digital adalah dengan menjadi bagian dari institusi pendidikan (mahasiswa) di bidang Information and Communication Technologies (ICT). Kampus ICT adalah institusi pendidikan yang memfokuskan dua aspek penting dalam teknologi, yakni teknologi komunikasi dan teknologi informasi.

Kampus ICT lahir untuk menjawab perkembangan teknologi di dalam aspek pendidikan. ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang banyak digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran (Rahim, 2012). Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) merupakan salah satu kampus ICT yang berada di Jawa Tengah. Selama 19 tahun berdiri, ITTP telah meraih banyak penghargaan mulai dari tingkat nasional maupun internasional.

Pada tahun 2022, ITTP berhasil menjadi institut swasta nomor 1 di Indonesia berdasarkan Webometrics. Selain itu, ITTP juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri. Kampus swasta di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memiliki 3 Fakultas dan 14 Program Studi. Walau ada pandemi Covid-19, aktivitas belajar mengajar di ITTP tidak terhalangi karena kampus ini memiliki salah satu fasilitas Edtech yaitu Learning Management System (LMS). LMS dikelola oleh Unit IT Support dan didesain untuk membantu merencanakan kegiatan pembelajaran. Platform LMS turut menyajikan marketplace dari materi pembelajaran, sehingga mahasiswa tetap bisa menerima ilmu walau pandemi melanda.

Kampus ICT seperti ITTP turut berperan dalam transformasi digital di Indonesia melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu investasi masa depan yang dapat mewujudkan Indonesia Maju 2045. Jika tertarik ingin mendaftar kuliah di Kampus Telkom ini, kalian bisa mengunjungi laman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITTP.

Abira Massi Veritas odit moras.

Leave a Reply

Your email address will not be published.